RAIH BERKAH BERSAMA

RAIH BERKAH BERSAMA

Kenali Pos Pengeluaran Anda dari Sekarang !


Agar bisa mengelola keuangan dengan baik, kita harus bisa disiplin dalam mengalokasikan pendapatan kita ke dalam pos-pos pengeluarannya masing-masing. Namun, karena kurangnya pengetahuan, seringkali kita luput dalam mengelolanya, sehingga masih banyak pengeluaran-pengeluaran yang sesungguhnya tidak mendesak malah kita dahulukan. Pos-pos pengeluaran yang perlu Anda ketahui diantaranya adalah:
1. Needs (Kebutuhan)
Pos kebutuhan terdiri dari biaya-biaya yang harus Anda keluarkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Biasanya pos ini memakan porsi terbesar dari gaji Anda. Yang termasuk ke dalam Needs adalah:
  • belanja sehari-hari untuk makan
  • belanja untuk keperluan rumah tangga
  • biaya listrik/air/telpon/ponsel/internet
  • uang sekolah anak
  • biaya transportasi harian
  • membeli baju untuk seluruh anggota keluarga
  • gaji pembantu
  • perawatan/perbaikan kendaraan bermotor
  • perawatan/perbaikan rumah
  • biaya-biaya rutin lain yang keluar setiap hari/minggu/bulan misalnya potong rambut
  • membayar pajak.
2. Debts (Hutang)
Pos ini terdiri dari pinjaman di mana si peminjam memiliki kewajiban untuk mengembalikan pinjaman tersebut beserta bunganya pada waktu yang ditentukan. Contohnya:
  • hutang kartu kredit
  • hutang ke perusahaan/tempat bekerja
  • hutang ke bank untuk cicilan rumah (KPR)
  • hutang ke bank untuk cicilan mobil/sepeda motor
  • hutang ke teman/tetangga/saudara
  • hutang ke lembaga keuangan (bank, pegadaian, koperasi, dll)
  • arisan (jika diambil di muka/saat belum lunas).
3. Wants (Keinginan)
Wants terdiri dari kebutuhan yang tidak mendesak yang seandainya tidak terpenuhi tidak akan terlalu mempengaruhi kehidupan Anda. Contohnya:
  • peralatan elektronik favorit
  • makan di luar
  • barang-barang bermerk
  • mempercantik rumah/mobil
  • rekreasi
  • perhiasan untuk dipakai
  • hobi
  • memberikan pinjaman kepada saudara atau teman
4. Savings (Tabungan)
Savings adalah dana yang dipersiapkan untuk berjaga-jaga saat Anda membutuhkannya atau dalam keadaan terdesak. Contohnya:
  • tabungan
  • asuransi jiwa
  • asuransi kesehatan
  • asuransi pendidikan anak
  • asuransi mobil
  • asuransi rumah
  • dana pensiun
5. Investments (Investasi)
Investasi terdiri dari dana yang dipersiapkan untuk dikelola pada periode tertentu agar nilainya bertambah besar. Contohnya:
  • deposito
  • properti
  • reksa dana
  • saham
  • obligasi
  • komoditi (emas, minyak, kopi, CPO, dll.)
  • emas (batangan)
  • Forex
  • Valuta asing (bank note)
  • batu permata
  • lukisan
  • koleksi barang-barang antik, dll.
Supaya Anda dapat mengelola pengeluaran keuangan Anda dengan baik, skema persentase manajemen keuangan yang dapat digunakan sebagai panduan adalah sebagai berikut:
1. Apabila Anda memiliki hutang, maka skema yang digunakan adalah:
Needs  :  Debts  :  Wants  :  Savings  :  Investments
  50%    :   30%   :     10%    :      10%      :          0%
Ketika Anda memiliki hutang sebaiknya tidak melakukan investasi sampai hutang Anda selesai.
Contohnya: Apabila Anda berpenghasilan Rp. 5.000.000,- namun Anda memiliki hutang, maka formasi ideal pengeluaran Anda adalah:
  • Needs: Rp. 2.500.000,-
  • Debts: Rp. 1.500.000,-
  • Wants: Rp. 500.000,-
  • Savings: Rp. 500.000,-
  • Investments: 0
2. Apabila saat ini anda tidak memiliki hutang, maka Anda dapat menggunakan skema berikut:
Needs  :  Debts  :  Wants  :  Savings  :  Investments
  50%    :     0%    :     15%    :      15%      :          20%
Contohnya: Penghasilan Anda saat ini adalah Rp. 5.000.000,- dan anda tidak memiliki kewajiban membayar hutang. Maka formasi ideal pengeluaran Anda adalah sebagai berikut:
  • Needs: Rp. 2.500.000,-
  • Debts: Rp. 0,-
  • Wants: Rp. 750.000,-
  • Savings: Rp. 750.000,-
  • Investments: Rp. 1.000.000,-
Setelah mengetahui pos-pos pengeluaran dan skema persentase pengeluaran yang ideal bagi Anda, pengelolaan (perencanaan) keuangan Anda terasa jauh lebih mudah, bukan?
Salam Planners
Sumber : https://championewealthplanner.wordpress.com